OaseHATI

Oase 1. PEPATAH ARAB
 
مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ
Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia

مَنْ جَدَّ وَجَدَ
Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia

.مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Barang siapa sabar beruntunglah ia

مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
  Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.

جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ
  Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.

مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ
  Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.

وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ
  Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan.

الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ
  Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.

جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
  Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.

اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ
  Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur
.
بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
  Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.

الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ
  Waktu itu lebih mahal daripada emas.

العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسِْم السَّلِيْمِ
  Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.

خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ
  Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.

مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
  Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam).

خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ
  Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.

لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ
  Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang.

العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ
  Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.

لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ
  Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.

تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
  Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.

العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَر
  Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.

الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ
  Bersatu adalah pangkal keberhasilan.

لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً
  Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya.

الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ
  Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan.

سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ
  Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).

آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
  Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya.

سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي
  Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.

آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ
  Bencana ilmu itu adalah lupa.

إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
  Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.

لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ
  Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.

أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
  Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.

فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
  Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan).

مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
  Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.

مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
  Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di dalamnya.

عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
  Musuh yang pandai, lebih baik daripada kawan yg jahil.

مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
  Barang siapa banyak perbuatan baiknya, banyak pulalah temannya.

اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ
  Bersungguh-sungguhlah dan jangan bermala-malas dan jangan pula lengah, karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malas.

لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلىَ الغَدِ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ
  Janganlah mengakhirkan pekerjaanmu hingga esok hari, yang kamu dapat mengejakannya hari ini.

اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ
  Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan meninggalkanmu.

خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
  Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.

فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
  Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan.

ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ
  Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.

الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
 Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat).

فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
  Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.

تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ
  Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya.

مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
  Barang siapa manir tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.

إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ
  Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.

مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ
 Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.

قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
  Katakanlah yang benar itu, walaupun pahit.

خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
  Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.

خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَاطُهَا
  Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang saja).

لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
  Tiap-tiap tempat ada kata-katanya yang tepat, dan pada setiap kata ada tempatnya yang tepat.

إِذاَ لمَ ْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
  Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).

لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلاً
  Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.

لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِي قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
  Bukanlah anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) yatim itu adalah yatim ilmu dan budi pekerti.

لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلاَمٍ جَوَابٌ
  Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya.

وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُ دَائِماً
  Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau sukai daripada mereka semuanya.

هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
  Hancurlah seseorang yang tidak tahu dirinya sendiri.

رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِبُ
 Pokok dosa itu, adalah kebohongan.

مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
  Barang siapa menganiaya niscaya akan dianiaya.

لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنُا إِنَّ الجَمَالَ جمَاَلُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
  Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghias kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan 
dengan ilmu dan kesopanan.

لاَ تَكُنْ رَطْباً فَتُعْصَرَ وَلاَ يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
  Janganlah engkau bersikap lemah, sehingga kamu akan diperas, dan janganlah kamu bersikap keras, sehingga kamu akan dipatahkan.

مَنْ أَعاَنَكَ عَلىَ الشَّرِّ ظَلَمَكَ
  Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka ia telah menyiksamu.

أَخِي لَنْ تَنَالَ العِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
  Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas :
1). Kecerdasan
2). Kethoma’an (terhadap ilmu)
3). Kesungguhan
4). Harta benda (bekal)
5). Mempergauli guru
6). Waktu yang panjang.

العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلاً
  Bekerja itu membuat yang sukar menjadi mudah.

مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
  Barang siapa berhati-hati niscaya mendapatkan apa-apa yang ia cita-citakan.

اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصَّيْنِ
 Carilah/tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.

النَّظَافَةُ مِنَ الإِيْمَانِ
 Kebersihan itu sebagian dari iman.

إِذَا كَبُرَ المَطْلُوْبُ قَلَّ المُسَاعِدُ
  Kalau besar permintaannya maka sedikitlah penolongnya.

لاَ خَيْرَ فيِ لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَماً
 Tidak ada baiknya sesuatu keenakan yang diiringi (oleh) penyesalan.

تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
  Pengaturan pekerjaan itu menabung sebanyak separohnya waktu.

رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
  Berapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.

دَاوُوْا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ
  Obatilah kemarahan itu dengan diam.

الكَلاَمُ يَنْفُذُ مَالاَ تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
  Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.

لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَباً
  Bukan setiap yang mengkilat itu emas.

سِيْرَةُ المَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
  Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan rahasianya.

قِيْمِةُ المَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
  Harga seseorang itu sebesar (sama nilainya) kebaikan yang telah diperbuatnya.

صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْحَكَكَ
  Temannmu ialah orang yang menangiskanmu (membuatmu menangis) bukan orang yang membuatmu tertawa.

عَثْرَةُ القَدَمِ أَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
  Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.

خَيْرُ الكَلاَمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
 Sebaik-baik perkataan itu ialah yang sedikit dan memberi penjelasannya/jelas.

كُلُّ شَيْئٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلاَّ الأَدَبَ
  Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah, kecuali budi pekerti.

أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
  Permulaan marah itu adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.


Oase 2. HATI

JANGAN BUNUH HATI KITA
Jika kita bersedih, maka menangislah, Jika kita berbahagia, tersenyumlah dan Jika kita teramat senang dan gembira, maka tertawalah. Jangan paksakan diri kita untuk tidak menangis, jangan bungkam mulut kita untuk tidak tersenyum ataupun tertawa, karena jika kita lakukan, maka kita akan membunuh hati kita secara perlahan. Akibatnya hati kita akan kering dan gersang. Percayalah, pada saat itu kita tidak akan merasakan kebahagian. Karena hati kita telah kering dan  membatu, bahkan lebih keras dari batu, karena batu saja masih ada yang mengalir mata air yang sangat bermanfaat bagi manusia. (ES. Soepriyadi, 2001, Refleksi Seorang Da’I, hal. 37, PT. Syaamil Cipta Media, Bandung)

KEMULIAAN
Betapa Mulianya Hati jika disandarkan kepada kebenaran Tuhannya, maka Allah akan menguatkan hatinya untuk tunduk pada Allah dan siap mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan selama ini. Tapi jika hati ini disandarkan kepada kepentingan dunia, maka seperti mengejar fatamorgana, dikiranya air, ternyata padang pasir tandus, dan ibarat tangga disandarkan pada tembok, temboknya hancur, tangga pun jatuh. Karena kehidupan dunia ini semuanya akan hancur, kecuali atas kehendak Allah. Maka orang akan selalu bingung, gelisah, resah tak menentu dan tak tahu siapa dirinya.

BELENGGU YANG MENGHALANGI
Matahari selalu menyinari bumi dengan leluasanya, namun jika terhalang awan yang gelap, maka gelaplah bumi. Sungguh Allah selalu menyinari manusia dengan cahaya kasih sayangnya, namun sayang, ada belenggu di hati manusia, sehingga kurang kasih sayang, kurang adil, dan kurang taat kepada Allah.

SIMPUL PERMASALAHAN MANUSIA
  1. Tidak paham (QS. 33:72., 14:34)
  2. Prasangka (QS. 49:12)
  3. Merasa cukup (QS. 96:6-7)
  4. Kesombongan (QS. 17:83)
  5. Berbantah-bantahan (QS. 18:54)
  6. Iri, Dengki, Hasut (QS. 4:32)
  7. Keluh kesah (QS. 70:19)
  8. Kemalasan (QS. 9:38)
  9. Ketakutan (QS. 9:40)

Orang yang cerdas adalah yang mengoreksi dirinya dan mempersiapkan amal untuk bekal sesudah mati, dan orang bodoh (lemah) adalah yang menuruti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah (HR. Tirmidzi).

Barang siapa yang banyak tawanya, maka wibawanya akan merosot. Barang siapa yang suka bercanda, niscaya ia diremehkan. Barang siapa yang banyak omongnya, maka banyak pula bohongnya. Barang siapa yang banyak bohongnya, malunya sedikit. Barang siapa malunya sedikit, maka wara’nya (sikap hati-hatinya) akan tipis. Dan barang siapa wara’nya tipis, maka hatinya akan mati (Umar Ibn Khatab)

Bila hati berjalan tidak pada garis-garis yang ditentukan oleh Allah, maka bagaikan mayat-mayat yang berjalan dan hidupnya tidak bermanfaat (Sayyid Quthub)


Ada tujuh golongan yang mendapat naungan rahmat Allah:
  1. Pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang gemar ibadah
  3. Orang yang hatinya terpaut kepada masjid
  4. Dua orang yang bertemu dan berpisah karena Allah
  5. Seorang laki-laki yang apabila diajak mesum oleh seorang wanita cantik ia menolaknya dan berkata:”Sesungguhnya aku takut kepada Allah”
  6. Orang yang bersedakah secara sembunyi-sembunyi, sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanannya
  7. Orang yang bermunajat kepada Allah sambil meneteskan air mata karena ingat akan kesalahannya (Rasulullah Muhammad SAW)       

OPTIMALKAN POTENSI DIRI
Tentukan tujuan, lakukan perubahan diri, berani menembus batas, mulai dari yang kecil, lakukan sekarang juga!

DOSA terbesar adalah KETAKUTAN, REKREASI terbaik adalah BEKERJA, MUSIBAH terbesar adalah KEPUTUSASAAN, KEBERANIAN terbesar adalah KESABARAN, GURU terbaik adalah PENGALAMAN, MISTERI terbesar adalah KEMATIAN, KEHORMATAN terbesar adalah KESETIAAN, KARUNIA terbesar adalah ANAK SHALEH, SUMBANGAN terbesar adalah BERPARTISIPASI, MODAL terbesar adalah KEMANDIRIAN (Ali Ibn Abi Thalib)

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah jiwa (keadaan yang ada pada diri) mereka sendiri (QS.13:11)

(Bersambung...) 



Referensi:
Drs. H. Basuki AR, M. Si, 2008, Membangun Kecerdasan Hati: Mensinergikan Kecerdasan Intelektual, Emosi dan Spritual, Sinergy Leadership Center, Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar